Banyak orang yang ingin hidup mandiri dengan cara merantau, atau mungkin karena tuntutan kuliah sehingga mau tidak mau menjadi anak kos. Sebenarnya, ketika hidup merantau itu memiliki banyak kelebihan. Kelebihannya antara lain dapat belajar mandiri, lebih bebas dari aturan ketika di rumah orang tua, serta dapat memiliki pengalaman baru. Tetapi, kelebihan tersebut datang bersamaan dengan tantangan yang ada, yakni dalam mengelola uang.

Anak perantauan selalu identik dengan kekurangan uang dan hidup serba terbatas. Tentu saja, hal ini sudah umum dirasakan oleh para perantau.

 

Berapapun uang yang diberikan oleh orang tua, terkadang rasanya masih tidak cukup sehingga pada akhir bulan harus meminta uang orang tua lagi atau mungkin berhutang. Sebenarnya, masalah yang ada bukan terletak pada jumlah uang yang diterima setiap bulannya. Terkadang hal tersebut terjadi karena kita kurang disiplin dalam mengatur keuangan kita.

Banyak yang kesusahan dalam membagi uang untuk membayar kos, makan, kebutuhan fotokopi, untuk membeli buku, dan untuk hiburan. Bisa-bisa, sampai tidak makan karena kehabisan uang? tentu saja sebaiknya hal tersebut dihindari karena makan adalah kebutuhan pokok.

Mengelola keuangan selalu menjadi masalah bagi banyak orang. Tidak sedikit pada akhirnya banyak orang yang terjebak pada kubangan hutang. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang berlebih lebihan serta membelanjakan uang karena keinginan, bukan kebutuhan.

Agar para perantau atau anak kos tidak sampai terjebak hutang atau selalu merasa merepotkan orang tua, berikut beberapa tips atau cara cerdas untuk mengatur uang bagi anak kos dan perantauan:

 

#1 Rajin dalam mencatat pengeluaran

Tidak perlu berlebihan dalam melakukan pengelolaan keuangan, seperti kita benar-benar dapat mengatur keuangan dengan fleksibel serta tanpa pencatatan apapun dengan kata lain, dibayangkan di kepala saja. Tetapi pertanyaannya adalah, sekuat apa kepala kita mengingat detail angka dari pengeluaran kita tersebut? Ada baiknya setiap rupiah uang yang diterima setiap bulannya diatur dengan menggunakan skala prioritas agar tidak kelimpungan pada akhir bulan.

Juga sebaiknya kita tidak malas dalam menuliskan semua kebutuhan yang kita butuhkan, yang mana harus dituliskan dengan bijak pula. Bijak artinya adalah mempertimbangkan apakah barang atau kebutuhan yang akan dibeli tersebut merupakan benar-benar kebutuhan atau hanya keinginan saja?

Mencatat pengeluaran ini dapat dilakukan ketika kamu  dalam keadaan santai sehingga tidak ada kebutuhan yang terlewat, sembari mengingat-ingat apa saja yang dibutuhkan dalam satu bulan tersebut. Kamu  sebagai anak kos atau perantauan harus menetapkan skala prioritas dan menetapkan pos-pos keuangan yang memang tidak bisa diganggu gugat. Misalnya, untuk membayar kos, membayar biaya semester, atau biaya kebersihan. Serta jangan lupakan pos untuk makan karena biasanya untuk para perantau, makan adalah pos yang amat menguras dompet.

Kemudian kamu bisa menyediakan pos untuk hiburan, misalnya menyediakan uang untuk nonton 2x dalam sebulan dan nongkrong di cafe. Kamu  perlu menghitung semua kebutuhan yang telah kamu  tulis tadi, agar kamu dapat mudah untuk menimbang apakah kebutuhan kamu cukup dengan anggaran yang kamu miliki setiap bulannya.

Ada baiknya apabila ternyata anggaran yang kamu miliki tidak mencukupi, kamu memeriksa lagi apakah ada rancangan anggaran yang tidak terlalu dibutuhkan.

 

#2 Melakukan belanja kebutuhan bulanan kamu dalam satu waktu

Memang saat membelanjakan kebutuhan kamu sekaligus, uang yang kamu miliki akan terasa langsung berkurang banyak. Maka, banyak diantara perantau dan anak kos memilih untuk membeli kebutuhan selama sebulan dengan cara mencicilnya. Mungkin, ini nampaknya amat ringan.  Sebenarnya, belanja dengan cara mencicil malah membuat kantong kamu lama-lama menipis karena tidak kerasanya.

Maka dari itu, usahakan membeli kebutuhan kamu setiap bulannya dengan sekaligus. Kebutuhan-kebutuhan seperti alat mandi, camilan, beras, dan kebutuhan pokok lainnya juga bagus apabila dibeli dalam skala besar karena biasanya lebih murah. Juga, dengan membelanjakan kebutuhan pokok secara sekaligus di awal bulan akan membantu kamu untuk mengelola keuangan kedepannya, serta menghindarkan kamu kehabisan bahan pokok diakhir bulan.

Untuk belanja sendiri, kamu bisa belanja di tempat agen yang notabene nya harganya lebih murah ataupun ke supermarket yang besar di akhir minggu karena biasanya terdapat banyak promo. Dan jangan lupa saat belanja bawalah catatan tentang barang apa saja yang harus kamu beli agar kamu tidak lapar mata sehingga membeli barang yang tidak diperlukan. Ingat, anak kos haruslah hemat!

 

#3 Mempertimbangkan belanja online

Sekarang membeli sesuatu secara online semakin lengkap dan mudah saja. Bukan hanya itu, terkadang banyak promo serta potongan yang bisa didapatkan. Mungkin kamu perlu mempertimbangkan membeli kebutuhan kamu secara online. Pasalnya, biasanya situs tempat jual beli online dapat mengirimkan barang yang kamu beli dari pabriknya langsung.

Pembelian di onlie juga dapat membuatmu mempertimbangkan harga karena harga-harga disana biasanya bersaing. Juga ketika membeli online artinya kamu bisa berhemat bensin atau biaya transport, serta menghemat waktu karena dengan membeli secara online kamu tidak perlu datang ketempatnya. 

 

#4 Membiasakan diri untuk menabung

Apakah menabung adalah hal yang mustahil untuk para perantau dan anak kos yang identik dengan uangnya yang pas-pasan? tentu saja tidak! kamu bisa menabung sementara uang yang kamu miliki mungkin sangatlah jauh dari kata berlebih.

Kamu dapat segera menyisihkan uang untuk pos tabungan seketika setelah mendapat kiriman dari orang tua. Alokasikan uang tersebut khusus untuk tabungan, yang mana untuk dana darurat ketika sedang dibutuhkan. Ingat, karena kita hidup sendiri diperantauan maka bisa saja ada hal-hal mendadak yang dapat terjadi sementara kita harus bisa mengatasinya sendiri.

Untuk urusan menabung, bisa saja kamu dapat meletakkannya pada nomer rekeningmu yang lainnya agar tidak tergoda untuk menariknya ketika ke ATM atau membuatmu lupa kalau sedang memiliki tabungan. Atau mungkin, menggunakan cara konvensional seperti celengan dapat menjadi solusi yang pas untuk membiasakan diri menabung.

 

#5 Mempertimbangkan untuk memasak sendiri serta membawa bekal ke kampus

Telah disinggung diawal bahwa pengeluaran untuk makan yang biasanya menjadi sandungan bagi anak kos. Maka, sebaiknya membiasakan diri serta mempertimbangkan memasak makanan sendiri dan juga membawa bekal untuk dimakan dikampus daripada harus membelinya.

Apabila di kos kamu tidak tersedia dapur, kamu bisa membawa ricecooker sehingga bisa memasak nasi sendiri sehingga tinggal membeli lauknya saja.

Biaya makanan yang membengkak biasanya disebabkan kita benar-benar full membeli makanan diluar. Sebagai contoh, apabila harga makanan seharga 10.000 saja dan sehari kita makan tiga kali, maka sudah 30.000 rupiah yang keluar setiapharinya. Belum lagi untuk minumnya.

Hal ini akan berbeda semisal kita memasak nasi sendiri di kos. Dengan 10.000 saja bahkan kita bisa membeli lauk untuk di makan dalam sehari. Hemat, kan?

 

#6 Menggunakan air galon dan membawa air minum ke kampus

Air minum sering dianggap sepele karena pengeluarannya yang tidak begitu kentara. Misalnya, sekali beli minum dikampus bisa keluar uang sekitar lima ribu. Uang sebesar lima ribu memang tidak terlalu banyak, tetapi bisa merogoh kocek yang cukup dalam bila dibiarkan terus-terusan. Apalagi, minum adalah kebutuhan mendasar manusia bahkan sebelum makan. Maka dari itu, agar lebih menghemat pengeluaran gunakan air galon.

Air sebanyak kurang lebih 19 liter itu bisa mencukupi minum mu tanpa harus membeli air perbotol satu per satu ketika ingin minum, karena amat boros. Selain itu, kamu dapat pula membawa tumblr atau botol minum yang diisi air galon tadi untuk minum saat kuliah. Selain lebih hemat, kamu juga turut menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan plastik secara berlebihan.

#7 Mempertimbangkan mencuci pakaian sendiri dibandingkan laundry

Masalah yang kerap menjadi kendala bagi anak kos dan perantauan adalah masalah cucian. Cucian yang menumpuk tadi biasanya berakhir pada tukang binatu alias laundry. Memang, nampaknya menggunakan jasa laundry terkesan murah. Setiap kilonya memang tidak sampai sepuluh ribu rupiah! Tetapi, bagaimana kalau baju kotor yang kamu miliki banyak? alangkah baiknya mencuci pakaianmu sendiri. Dengan bermodalkan sabun saja, kamu bisa mencuci bajumu tanpa mengeluarkan banyak uang.

#8 Membatasi membawa uang cash didalam dompet

Sebaiknya batasi uang yang kamu bawa ketika keluar. Pasalnya, ketika terdapat banyak uang yang nampak dalam dompet, biasanya kita semakin tergoda untuk menghabiskanya. Tidak ingin pengeluaran yang tidak penting akhirnya terlaksana juga, kan? Maka dari itu, biasakan membawa uang secukupnya didalam dompet kamu ketika berpergian. Tidak hanya itu, sebaiknya kartu kredit serta ATM disimpan saja di dalam kos.

#9 Top Up uang Elektronik secukupnya saja

Zaman sekarang, uang elektronik atau e-money sudah menjadi alternatif yang banyak untungnya. Selain praktis, juga biasanya mendapatkan banyak keuntungan. Tetapi keberadaan uang elektronik bisa menjadi bumerang bagi kita anak perantauan dan kos. Pasalnya, ketika uang ‘real’ kita sudah berupa angka pada uang elektronik, rasanya untuk membeli sesuatu menjadi tidak pikir panjang.

Hal itu tentu saja harus dihindari bagi kamu yang berniat menghemat pengeluaran sebagai anak kos. Maka dari itu, sebaiknya batasi top up uang elektronikmu. Misalnya, untung biaya transport ojek online selama satu bulan. Jika sehari membutuhkan 10.000 sebaiknya top up sebesar yang dibutuhkan selama satu bulan saja yakni 300.000.

#10 Memanfaatkan fasilitas umum daripada membeli

Untuk kalian yang berkuliah, terutama di kota besar. Pertimbangkanlah memanfaatkan fasilitas umum yang ada daripada membeli. Misalnya buku kuliah. Ketimbang membeli, kamu bisa mendapatkannya diperpustakan yang ada di kampus atau mungkin di perpustakan daerah tersebut. Bukan hanya pekara buku, daripada membeli paket internet setiap bulannya kamu bisa mempertimbangkan memanfaatkan fasilitas umum yaitu wifi.

Itulah beberapa tips agar cerdas dalam mengatur keuangan untuk kamu anak perantauan dan anak kos. Pada intinya adalah dalam mengatur keuangan, kamu harus mengamati sekali seberapa besar pendapatan yang kamu terima dan berapa besar pengeluaran yang benar-benar kamu butuhkan. Semoga artikel ini bermanfaat!

 

 

Source

Posts relacionados

0 comentário(s)